MAKNA

Sebuah makna,

Zahrah, bermakna bunga, mahkota dan nektarnya memikat kumbang menghasilkan madu, putik dan serbuk sarinya meneruskan kelangsungan speciesnya.

Bunga, berguna bagi alam semesta, Sang Khalik menciptanya dengan sengaja, sempurna tanpa cela, indah, harum, ia menjadi lambang kecantikan wanita. Setangkai bunga tanpa kata mengungkap kasih yang sempurna. Namun bunga, hanya akan lestari dan bermakna manakala ia terlindungi dari kejahilan yang merusaknya.

Zahrah, menggali makna darinya, produk yang hadir sebagai penciri, sebagai perisai bagi muslimah, menjadi benteng bagi hati lelaki dengan motto: protecting the beauty, melindungi kecantikan muslimah, the truly believers dari fitnah agar semua terhindar dari dosa.

 

Cara Merawat Jilbab – Proper Way of Washing and Ironing

CARA MERAWAT JILBAB

Agar jilbab bisa tahan lebih lama, ikuti cara perawatan jilbab berikut ini:

1. Jangan mengunakan mesin cuci, tetapi cucilah dengan cara manual menggunakan tangan.
2. Bagian kepala jilbab cukuk diusap jangan disikat dengan keras dan jangan diperas, biarkan air mengering secara alami.
3. Jemur jilbab mengunakan hanger jangan terkena sinar matahari langsung.
4. Bagian kepala jilbab tidak perlu/jangan disetrika, karena bagian dalamnya berisi karet busa yang sangat peka dengan temperatur tinggi/panas.
5. Untuk bagian selain kepala, disetrika dengan suhu yang tidak terlalu tinggi/tidak panas.
6. Simpan jilbab dengan cara digantung menggunakan hanger.

PROPER WAY OF WASHING AND IRONING

To keep the jilbab last longer, follow the proper way of washing and ironing below:

1. Do not use washing machine, but wash the jilbab manually by hand.
2. The head of jilbab should not be brushed with a hard and do not be squeezed, but brush it smoothly, allows the water to dry naturally.
3. Drying the jilbab by using hanger, do not let it be affected by direct sunlight.
4. Do not iron the head of jilbab, because it contains rubber foam that is very sensitive to high temperature.
5. Use medium to low temperature to iron the rest parts of the jilbab.
6. Store the jilbab by using hanger if not in use.

 

Dalil Wajibnya berjilbab – The Proposition for The Obligatory of Hijab

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(Surat Al-Ahzab ayat 59).
“O Prophet! Say to your wives and your daughters and the women of the faithful to draw their outer garments (jilbab) close around themselves; that is better that they will be recognized and not annoyed. And God is ever Forgiving, Gentle.”
(Sura Al-Ahzab verse 59)

Dalam hadist, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dua kelompok termasuk penghuni neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang.  Mereka tentu tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”.
(Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2128)

The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “There are two types of the people of Hell whom I have not seen. People with whips like the tails of cattle with which they beat the people, and women who are clothed yet naked, going astray and leading others astray, with their heads looking like the humps of bakht camels, leaning to one side. They will not enter Paradise nor even smell its fragrance, although its fragrance may be detected from such and such a distance.”
(Sahih Muslim hadith number 2128)